Gadisku sayang. Ayah sedih melihatmu berpakaian ala yahudi. Bercelana panjang, tetapi sangat ketat. Bertutup kepala tetapi tidak berjilbab. Ayah sedih, karena ayah ditegur Allah swt. "Pelihara dirimu dan keluargamu dari api neraka".
Anak gadisku. Betul dikau bercelana panjang, tetapi kenyataannya malah memamerkan aurat karena terbungkus terlalu ketat. Alih-laih mau menutupi, malah memamerkan, bahkan , maaf, sampai ke 'belah depan' dan 'belah belakang'.
Satu dari sekian tanda-tanda dunia dekat kiamat, kalau wanita berpakaian menyerupai lelaki dan sebaliknya. Sejak kapan gadis-gadisku memakai celana panjang? Untung anak-anak SMU dilarang pakai celana panjang. Kalau tidak, tentu bangkrut produsen rok.
Boleh bercelana panjang ketat, tetapi bungkus lagi dengan rok atau kain sarung, sebab celana panjang ketat itu adalah pakaian dalam. Maafkan ayah.
Ayah sedih mendengar kau merasa kecewa dengan teguran ayah.
Anak gadisku. Seluruh tubuhmu adalah perhiasan bagi dirimu dan bagi dunia. Islam melarang pamer perhiasan itu kepada siapapun, kecuali kepada lelaki yang sudah membaca syahadat dan berijab qabul dengan ayah. Tubuhmu sangat berharga, nak, sangat mulia dan terpelihara, itu sebabnya Islam menyuruh ditutup seluruh tubuh. Jangan sembarang pamer
Pakaian ketat lebih cenderung kepada aksi pamer daripada menutup tubuh, maafkan ayah.
Siapa salah? Tentu ayah yang salah. Maafkan ayah. Kesalahan yang dibiarkan akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang dibiarkan akan menjadi tradisi. Tradisi yag dibiarkan akan menjadi adat. Adat adalah hukum yang tidak tertulis. Pada saat kita meluruskan kesalahan itu, orang bilang kita menentang adat dan melanggar tardisi.
Begitu hebatnya program yahudi menghgancrkan budaya Islam.
Ayah tidak memaksakan nasehat ini. Cuma ayah sedih, rupanya masih ada nasehat ayah yang tidak terpakai. Salam dan doa ayah.
pencerahanhati.com
Wednesday, November 25, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment